KUNCI SUKSES
ketika mereka tengah berjalan aku harus berlari..
ketika mereka berlari aku harus sudah sampai..
ketika mereka baru sampai aku sudah istirahat..
ketika mereka istirahat aku justru harus kembali berfikir..
ketika mereka tengah berfikir aku harus sudah bertindak..
ketika mereka tengah bertindak aku justru sudah mulai berjalan.. dan
ketika mereka baru berjalan akupun sudah terus kencang berlari..
Sampai ajal menjemput
Senin, 03 Maret 2014
TAULADAN SIKAP
MENGAJAR SIKAP LEBIH MENANTANG
MENGAJARKAN ANAK PANDAI BERHITUNG, SEBERAPA PENTING ?
(Penting untuk di baca oleh PARA ORANG TUA, GURU DAN MENDIKNAS)
Seorang guru di Australia pernah berkata
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.
Inilah jawabanya;
1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”
1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.
Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?
Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.
Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?
Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.
Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,
Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu,
... mau
Seorang guru di Australia pernah berkata
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.
Inilah jawabanya;
1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”
1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.
Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?
Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.
Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?
Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.
Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,
Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu,
... mau
Minggu, 02 Maret 2014
PERMAINAN KENA BOLA
BOLA PERMAINAN BOLA KECIL
KENA
Di Temukan oleh :
Dwi Supriyono,S.Pd
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul .......................................................................... i
Daftar Isi .................................................................................. 1
Kata Pengantar............................................................................ 2
Kata Sambutan........................................................................... 3
Permainan Bola Kecil.................................................................. 4
Lampiran - Lampiran.................................................................. 5
1. Hasil Rekapitulasi Tanggapan Responden............................. 5
2. Bukti Fisik Tanggapan Renponden........................................ 6
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayahnya, penyusunan permainan “Kena Bola “ dapat selesai dengan baik.
Dalam menentukan teknik dasar permainan “Kena Bola” ini sesuai dengan pembelajaran KTSP yaitu adanya unsur teknik lempar, tangkap, dan lempar sasaran. Jenis olahraga permainan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah lebih diminati para siswa,demikian juga di masyarakat. Banyak orang melakukan olahraga yang sifatnya permainan, karena faktor mudah dan menyenangkan yang menjadi alasannya.
Kena Bola sebagai permainan dari ide guru Penjas,Orkes yang sangat tepat untuk dikembangkan, karena dibutuhkan aspek nilai yang menjadi komponen pengembangan pribadi individu yaitu kognitif, psykomotorik dan afektif, mengapa diberi nama “ Kena Bola “ ? Karena permainan ini terfokus dengan ketepatan melempar pada sasaran dengan cara bola harus kena ( Menyentuh dengan tekanan ) ke tubuh regu main .
Dengan pengembangan permainan “ Kena Bola “ sebagai olahraga permainan menambah keberagaman cabang olahraga, yang akhirnya dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan dan pengajaran untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
Penyusun menyadari bahwa ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu masukan dan saran-saran untuk perbaikan dan kesempurnaan sangat kami harapkan. Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih pada semua pihak atas bantuan dan dukungannya untuk mengembangkan permainan Kena Bola. Penyusun sangat berharap kepada pengurus dan anggota KKGO yang telah mendapat sosialisasi permainan ini dapat bekerjasama dan membantu untuk perkembangan selanjutnya.
Penyusun
Guru Penjas,Orkes
SD Pucangrejo,Kec. Gemuh
Dwi Supriyono,S.Pd
NIP. 500119169
KATA SAMBUTAN
Mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu guru. Dalam rangka usaha peningkatan mutu pendidikan, maka mutu guru dalam berbagai segi harus ditingkatkan pula. Adapun segi yang penting untuk ditingkatkan mutunya adalah :
1. Kemampuan dalam mengelola proses belajar mengajar sesuai asas didaktik dan metodik
2. Kemampuan untuk merumuskan ide, , lalu menjabarkan dan melaksanakan ide tersebut sebagai sarana evaluasi kemampuan personal guru.
Keberhasilan upaya peningkatan mutu pendidikan, antara lain ditentukan oleh sarana - prasarana pendidikan, proses belajar mengajar yang menyenangkan, dan mutu guru yang selalu menciptakan metode-metode baru dalam mencapai tujuannya.
Permainan “ Kena Bola “ teknik dasarnya sesuai dengan permainan bola kecil yang ada pada KTSP. Dan ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak, karena cara ini untuk mewujudkan salah satu tujuan pendidikan nasional yaitu manusia Indonesia yang memiliki kesehatan jasmani dan rohani.
Permainan “ Kena Bola “ teknik dasarnya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan siswa dalam proses kehidupan sehari-hari, selain itu permainannya di buat lebih menarik, mudah dipahami, sehingga siswa dengan mudah melaksanakannya.
Diharapkan permainan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh siswa.
Pucangrejo, 1 Juni 2009
Kepala SD Pucangrejo,Kec. Gemuh
Wuryanto,BA
NIP.130730166
PERMAINAN BOLA KECIL
1. NAMA PERMAINAN
KENA BOLA
2. TUJUAN
a. Menyenangkan
b. Melatih ketelitian,kejujuran,disiplin,kerjasama,tanggungjawab dan percaya diri
c. Melatih kecepatan dan ketepatan bereaksi
d. Melatih menghindari bahaya
e. Melatih menjaga keselamatan diri
f. Meningkatkan kesegaran jasmani
g. Meningkatkan derajat kesehatan
3. PERALATAN
a. Bola karet ( Bola Tonis )
b. Peluit
c. Penghitung Waktu
d. Tanda pembatas lapangan.
4. Waktu Permainan
2 X 10 Menit
5. Pemain
a. Jumlah pemain tiap regu berjumlah 9 orang
Saat menjadi regu jaga dengan susunan tugas sebagai berikut :
• 1 pemain sebagai pemain poros ( Kapten )
• 8 pemain sebagai pembantu poros
b. Pemain cadangan 2 orang
c. Pemain bernomor punggung atau dada.
6. Wasit
a. 1 wasit sebagai pemimpin pertandingan
b. 1 pembantu wasit, memiliki tanggungjawab yang sama dengan wasit.
c. 1 penghitung waktu permainan dan mencatat waktu untuk regu main saat kena lemparan atau mati dengan form pensekoran sebagai berikut :
FORM PENSKORAN
KENA BOLA
NO
|
TEAM :
|
NO
|
TEAM :
| ||
URUTAN KENA
NOMOR PUNGGUNG
|
DIWAKTU
|
URUTAN KENA
NOMOR PUNGGUNG
|
DIWAKTU
| ||
1
|
1
| ||||
2
|
2
| ||||
3
|
3
| ||||
4
|
4
| ||||
5
|
5
| ||||
6
|
6
| ||||
7
|
7
| ||||
8
|
8
| ||||
9
|
9
| ||||
Pemenang : Team……………………….
Kapten Team
|
Kapten Team
………………………………
|
WASIT
|
7. Peluit dan Berseru
a. Peluit dibunyikan :
1 X : Bila terjadi pelanggaran baik regu jaga maupun regu main
2 X : Pergantian pemain poros di menit ke – 5 ( Kecuali cedera dan tidak mampu melanjutkan permainan )
3X : Pada awal dan akhir pertandingan
b. Wasit dan atau pembantu wasit akan berseru * KENA * apabila ada regu main yang kena lemparan
8. Lapangan
Lapangan berbentuk persegi dengan ukuran 12 m X 12 m
|




| |

|
|
|
F
Keterangan Gambar :
A. Daerah Poros ( Diameter 2 m )
B. Daerah bebas regu main
C. Daerah wakil poros Ukuran 1 m X 1 m
D. Daerah tunggu Ukuran 2 m x 3 m (daerah yang digunakan untuk tempat berkumpul Bagi regu main yang sudah kena lemparan )
E. Daerah Wasit
F. Daerah Pembantu Wasit
G. Daerah Official
H. Daerah penghitung waktu
I. Jarak antara garis luar lapangan dengan garis daerah pembantu poros 10 cm
9. Teknik Dasar
a. Lempar bola
- Kaki kiri ke depan, kaki kanan membawa berat badan ke depan, ayun lengan jauh dari belakang dengan arah mendatar
b. Tangkap bola
- Kaki sejajar, bola datang ditangkap dengan dua tangan, saat bola menyentuh tangan, tangan ditarik mengikuti arah bola.
c. Lempar sasaran
- Melempar dengan arah yang tepat
- Jangan ragu-ragu dalam melakukan lemparan
10. Taktik
a. Regu main
- Selalu menjauhi larinya bola
- Menghindari saat dilempar regu jaga
b. Regu jadi
- Selalu memperhatikan instruksi poros
- Pemain poros dan pembantu poros harus selalu tepat dalam melempar dan menangkap
11. Cara Bermain
b. Regu main bergerak bebas didaerah bebas permainan
c. Regu jaga :
- pemain poros dan pembantu pemain poros yang segaris sejajar , berhak mematikan regu main dengan cara melempar bola dan kena, apabila jumlah regu main berjumlah 6 ke atas, pembantu poros yang lain sebagai pengambil bola.
- pemain poros dan semua pembantu pemain poros, berhak mematikan regu main dengan cara melempar bola dan kena, apabila jumlah regu main berjumlah 5 kebawah
12. Peraturan Permainan
a. Semua regu jaga saat melempar bola ke regu main salah satu kaki harus berada atau menginjak garis daerah masing-masing.
b. Salah satu regu main dinyatakan mati apabila :
- Terkena lemparan regu jaga
- Keluar dari daerah bebas ( Regu Main )
Regu main yang mati segera menuju ruang tunggu
c. Lemparan tidak sah apabila :
- Lemparan mengenai kepala, kecuali karena hindaran
- Lemparan kena tapi dari hasil pantulan
d. Pergantian pemain poros dimenit ke – 5 ( Kecuali cedera dan
tidak mampu melanjutkan permainan ) dan waktu terus berjalan.
e. Pemain pembantu poros dapat bertukar tempat dengan pembantu poros lainnya secara langsung disaat permainan sedang berjalan.
f. Apabila regu jaga melanggar aturan maka hasil lemparannya yang kena dinyatakan tidak sah.
13. Ketentuan Pemenang
a. Waktu tercepat dalam menyelesaikan permainan
b. Apabila dalam waktu 10 menit permainan baru selesai, maka akan dihitung jumlah pemain yang kena atau diruang tunggu dan regu jaga yang mendapatkan lemparan kena terbanyak yang dinyatakan sebagai pemenang.
c. Apabila dalam 10 menit kedua regu mendapat hasil lemparan sama, maka kemenangan akan diambil waktu tercepat yang kena bola pada pemain ke – 8, dan seterusnya.
Menyetujui
untuk dicobakembangkan permainan ini di SD Pucangrejo,Kecamatan Gemuh
Kepala SD Negeri Pucangrejo
Wuryanto,BA
NIP.130730166 / 19580521 197911 1 001
|
Pencipta Permainan
Guru PENJAS,ORKES
Dwi Supriyono,S.Pd
NIP.500119169 / 19690120 200501 1 008
|
Mengetahui dan menyetujui
Untuk dicobakembangkan permainan ini
di
UPTD Dinas DIKPORA Kecamatan Gemuh
Pengawas TK / SD PLS Sekbid Penjas,Orkes
Wahjantodji Drs. H. Kendro Kunarso
NIP. 130303094 NIP. 19600520 198603 1 021
Kepala
UPTD Dinas DIKPORA Kecamatan Gemuh
Tri Hadi Budiono,S.P.d
NIP. 19590707 197802 1 002
FORM PENSKORAN
KENA BOLA
NO
|
TEAM :
|
NO
|
TEAM :
| ||
URUTAN KENA
|
DIWAKTU
|
URUTAN KENA
|
DIWAKTU
| ||
1
|
1
| ||||
2
|
2
| ||||
3
|
3
| ||||
4
|
4
| ||||
5
|
5
| ||||
6
|
6
| ||||
7
|
7
| ||||
8
|
8
| ||||
9
|
9
| ||||
Pemenang : Team……………………….
Kapten Team
|
Kapten Team
………………………………
|
WASIT
|
TANGGAPAN RESPONDEN
Kelas : …………………………..
Nama Sekolah : …………………………..
Jawablah dengan tanda silang ( X ) pada hurufnya
SETELAH MELAKUKAN PERMAINAN KENA BOLA
1. Apakah permainan ini mudah dipahami ? a. Ya b. Tidak
2. Apakah permainan ini mudah dilakukan ? a. Ya b. Tidak
3. Apakah permainan ini menyenangkan ? a. Ya b. Tidak
4. Apakah permainan ini ada unsur ketelitian ? a. Ya b. Tidak
5. Apakah permainan ini ada unsur kejujuran ? a. Ya b. Tidak
6. Apakah permainan ini ada unsur disiplin ? a. Ya b. Tidak
7. Apakah permainan ini ada unsur kerjasama ? a. Ya b. Tidak
8. Apakah permainan ini ada unsur tanggungjawab ? a. Ya b. Tidak
9. Apakah permainan ini ada unsur percaya diri ? a. Ya b. Tidak
10. Apakah permainan ini ada unsur kecepatan ? a. Ya b. Tidak
11. Apakah permainan ini ada unsur ketepatan bereaksi ? a. Ya b. Tidak
14. Apakah permainan ini ada unsur menghindari
Bahaya ? a. Ya b. Tidak
15. Apakah permainan ini ada unsur menjaga
keselamatan diri ? a. Ya b. Tidak
14. Apakah badan Anda terasa segar ? a. Ya b. Tidak
15. Apakah badan anda terasa sehat ? a. Ya b. Tidak
Kritik dan Saran :
.....................................................................................................
.....................................................................................................
.....................................................................................................
....................................................................................................
.....................................................................................................
.....................................................................................................
TANGGAPAN RESPONDEN
Jabatan : Guru Penjas,Orkes
Instansi : UPTD Dinas DIKPORA Kecamatan Gemuh
Jawablah dengan tanda silang ( X ) pada hurufnya
SETELAH MELAKUKAN PERMAINAN KENA BOLA
1. Apakah permainan ini mudah dipahami ? a. Ya b. Tidak
2. Apakah permainan ini mudah dilakukan ? a. Ya b. Tidak
3. Apakah permainan ini menyenangkan ? a. Ya b. Tidak
4. Apakah permainan ini ada unsur ketelitian ? a. Ya b. Tidak
5. Apakah permainan ini ada unsur kejujuran ? a. Ya b. Tidak
6. Apakah permainan ini ada unsur disiplin ? a. Ya b. Tidak
7. Apakah permainan ini ada unsur kerjasama ? a. Ya b. Tidak
8. Apakah permainan ini ada unsur tanggungjawab ? a. Ya b. Tidak
9. Apakah permainan ini ada unsur percaya diri ? a. Ya b. Tidak
10. Apakah permainan ini ada unsur kecepatan ? a. Ya b. Tidak
11. Apakah permainan ini ada unsur ketepatan bereaksi ? a. Ya b. Tidak
16. Apakah permainan ini ada unsur menghindari
Bahaya ? a. Ya b. Tidak
17. Apakah permainan ini ada unsur menjaga
keselamatan diri ? a. Ya b. Tidak
14. Apakah badan Anda terasa segar ? a. Ya b. Tidak
15. Apakah badan anda terasa sehat ? a. Ya b. Tidak
Kritik dan Saran :
.....................................................................................................
.....................................................................................................
.....................................................................................................
....................................................................................................
.....................................................................................................
.....................................................................................................
TANGGAPAN RESPONDEN
Jabatan : Kepala Sekolah Dasar
Instansi : UPTD Dinas DIKPORA Kecamatan Gemuh
Jawablah dengan tanda silang ( X ) pada hurufnya
SETELAH MELAKUKAN PERMAINAN KENA BOLA
1. Apakah permainan ini mudah dipahami ? a. Ya b. Tidak
2. Apakah permainan ini mudah dilakukan ? a. Ya b. Tidak
3. Apakah permainan ini menyenangkan ? a. Ya b. Tidak
4. Apakah permainan ini ada unsur ketelitian ? a. Ya b. Tidak
5. Apakah permainan ini ada unsur kejujuran ? a. Ya b. Tidak
6. Apakah permainan ini ada unsur disiplin ? a. Ya b. Tidak
7. Apakah permainan ini ada unsur kerjasama ? a. Ya b. Tidak
8. Apakah permainan ini ada unsur tanggungjawab ?a. Ya b. Tidak
9. Apakah permainan ini ada unsur percaya diri ? a. Ya b. Tidak
10. Apakah permainan ini ada unsur kecepatan ? a. Ya b. Tidak
11. Apakah permainan ini ada unsur ketepatan bereaksi?a. Ya b. Tidak
18. Apakah permainan ini ada unsur menghindari
Bahaya ? a. Ya b. Tidak
19. Apakah permainan ini ada unsur menjaga
keselamatan diri ? a. Ya b. Tidak
14. Apakah badan Anda terasa segar ? a. Ya b. Tidak
15. Apakah badan anda terasa sehat ? a. Ya b. Tidak
Kritik dan Saran :
.....................................................................................................
.....................................................................................................
.....................................................................................................
....................................................................................................
.....................................................................................................
HASIL REKAPITULASI TANGGAPAN RESPONDEN
PERMAINAN KENA BOLA
DI
SD PUCANGREJO, KECAMATAN GEMUH
NO
|
PERTANYAAN
|
JAWABAN RESPONDEN
|
Jumlah
|
Prosentase
Per soal
| ||||||||
kelas III
|
kelas IV
|
kelas V
|
Kelas VI
|
Ya
|
Tidak
| |||||||
ya
|
tdk
|
ya
|
tdk
|
ya
|
tdk
|
ya
|
tdk
| |||||
1
|
Dipahami
|
30
|
20
|
26
|
28
|
104
|
100
| |||||
2
|
Dilakukan
|
30
|
20
|
25
|
1
|
28
|
103
|
1
|
99
| |||
3
|
Menyenangkan
|
30
|
20
|
26
|
28
|
104
|
100
| |||||
4
|
Ketelitian
|
30
|
20
|
24
|
2
|
28
|
102
|
2
|
99
| |||
5
|
Kejujuran
|
30
|
20
|
25
|
1
|
28
|
103
|
1
|
99
| |||
6
|
Disiplin
|
28
|
2
|
20
|
22
|
4
|
28
|
98
|
6
|
94,5
| ||
7
|
Kerjasama
|
29
|
1
|
20
|
26
|
28
|
103
|
1
|
99
| |||
8
|
Tanggungjawab
|
25
|
5
|
20
|
12
|
14
|
28
|
85
|
19
|
82
| ||
9
|
Percaya diri
|
27
|
3
|
20
|
25
|
1
|
28
|
100
|
4
|
96
| ||
10
|
Kecepatan
|
30
|
20
|
26
|
28
|
104
|
100
| |||||
11
|
Ketepatan
|
27
|
3
|
20
|
25
|
1
|
28
|
100
|
4
|
96
| ||
12
|
Hindar Bahaya
|
30
|
20
|
26
|
28
|
104
|
100
| |||||
13
|
Keselamatan diri
|
28
|
2
|
20
|
26
|
28
|
102
|
2
|
99
| |||
14
|
Rasa Segar
|
30
|
20
|
26
|
28
|
104
|
100
| |||||
15
|
Rasa Sehat
|
30
|
20
|
26
|
28
|
104
|
100
| |||||
JUMLAH RESPONDEN
|
30
|
20
|
26
|
28
|
1522
|
40
|
97
| |||||
Prosentase koresponden 97 %
Tanggapan responden sebagian besar menyatakan, bahwa permainan kena Bola adalah :
a. Mudah dilakukan, menyenangkan
b. Menanamkan sikap yang positif
c. Agar permainan ini terus dikembangkan
Analisa Penyusun:
a. Responden yang Menjawab tidak karena kurang memahami dan kurang kenal dengan istilah dalam pertanyaan
b. Ini dibuktikan , Responden menjawab tidak pada pertanyaan no.3, tetapi dalam kritik dan saran, responden menulis bahwa permainan ini menyenangkan.
Langganan:
Komentar (Atom)